Struktur OSIS

Selasa, 28 April 2015

Kisah SMA Tercinta (Episode 2)

X-4 Punya Cerita


Kelas X-4
Assalamualaikum, selamat pagi para pembaca J . Pagi ini saya akan  melanjutkan Kisah SMA Tercinta yang memasuki episode kedua dan semoga saja dapat berlanjut lebih banyak lagi dan para pembaca tidak bosan untuk mengunjungi serta membaca coretan-coretan yang saya buat.
Ultah Pak Gurda
Indah rasanya ketika pikiranku melayang menuju masa itu, masa saya memulai perjalanan di SMA Negeri 1 Cariu dengan masuk dikelas X-4. Saya dulu merupakan bagian dari kelas X-4, hari pertama masuk sekolah dengan menggunakan seragam putih abu dan saya waktu itu duduk di bangku paling depan, barisan paling kiri dan saya duduk disebelah kanan dengan Indra Mulyana.Tetapi sekitar beberapa bulan kemudian aku pindah duduk bersama sahabatku sampai saat ini Deni Mulyani, aku pindah bukan karena berantem lhoo, tapi karena letak posisinya dibarisan tengah jadi nyaman untuk melihat White Board dan Strategis lah intinya gitu hehe. Teman-teman di X-4 bukan merupakan teman yang asing lagi karena orang-orangnya adalah orang yang sama pada saat di Gugus 4 hanya ad apenambahan satu siswa yaitu Tomi Indra seorang anak lulusan MTs Jonggol yang jika dilihat dari tampilan dan gaya berpakaian dia orang ini sepertinya kurang baik *Bukan suudzhon yah.
Pada saat bel tanda masuk berbunyi ada seorang guru masuk ke kelas kami, beliau adalah guru perempuan dengan memakai rok dibawah lutut, berkulit sawo matang, memakai kaca mata, dan berambut pendek dengan postur tubuh yang tidak terlalu besar. Kalian para pembaca pasti tau siapa dia?? Hehe . Yap benar sekali Bu Lamria Nainggolan,kesan pertama aku melihat beliau ini cukup takut juga tetapi saya memberanikan diri untuk bertanya “Bu apakah ibu wali kelas kami?” dan beliau menjawab bukan. Nah lho?? Kok bukan wali kelas kok masuk paling awal sih? Kan bingung ,waktu dilalui dengan bercerita saja hingga beliau keluar meninggalkan kelas.
Tak lama kemudian masuklah yang ternyata adalah Wali Kelasku yang sebenarnya beliau namanya Pak Gurda Krissetyo Rahmawanto  pasti kalian tau deh beliau ini. Pada saat itu aku mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Kelas tapi sayangnya hanya ada 8 orang yang memilihku, mereka belum tau siapa aku sebenarnya haha (Emang siapa?), aku kalah oleh Fitri Sri Lestari. Lalu hari-hari terlewati di X-4, dan momen yang berkesan banyak sekali mulai dari kaca jendela yang pecah karena tendangan bola maklumlah sering banget tuh main bola di kelas sampai-sampai Pak Gurda marah hehe. Selain itu kelas X-4 pernah membuat Pak Dace marah dan gak mau masuk ke kelas selama sebulan lebih, nah lho kok bisa?? . Ceritanya gini, waktu itu lagi pelajaran Sosiologi di kelas sedang membahas LKS nah Pak Dace ini sedang menjelaskan di depan kelas tapi anak-anak malah asyik ngobrol pas Pak Dace nanya ke kita, kita malah bilang gini “Maaf pak pertanyaanya tolong diulang!” ya jelas saya Pak Dace marah dan langsung pergi meninggalkan kelas mungkin dia sakit hati karena dia bicara panjang lebar tidak didengarkan. Oh iya asal kalian tahu, X-4 pernah menumpuk semua bangku dan meja menjadi sebuah bukit di dalam kelas entah karena apa saya lupa kalau tidak salah setres karena selesai UAS deh hehe aneh dan ekstrim banget tuh bercanda naik gunung tapi gunungnya terbuat dari bangku dan meja yang ditumpuk :D.
Luar biasa deh X-4 ini masa dimana peralihan dari anak-anak menuju remaja, masa di SMA yang sering membuat guru kesal dengan tingkah kita. Tapi ada loh momen kita so sweet sama wali kelas (Ciee), pada saat Pak Gurda ulang tahun kita semua memberikan kejutan kepada Beiau dengan memberikan kue  ulang tahun walau harganya waktu itu hanya Rp. 40.000 ups hehe keceplosan harganya. Walaupun begitu kami sangat menyayangi Pak Gurda yang selalu memberikan motivasi dan bimbingan kepada kita. Untuk para pembaca nantikan kelanjutan “Kisah SMA Tercinta” di episode selanjutnya, See You !! 


Senin, 27 April 2015

Kisah SMA Tercinta (Episode 1)

AWAL CERITA


Febri, Dear, Saya , Widyan *bawah


Adam, Ahmad, Kak Indra, Kak Devi
Assalamualaikum, setelah sekian lama saya tidak membuka Microsoft Word di Laptop saya kali ini saya berniat untuk mewujudkan keinginan saya untuk menulis beberapa artikel bersambung tentang perjalanan di SMA Negeri 1 Cariu selama 3 tahun terakhir ini. Banyak sekali kisah yang telah saya alami selama ini, mulai dari bahagia, sedih, takut, kesal dan mungkin juga marah. Mulai dari mendapatkan teman baru, pesaing baru, guru-guru inspiratif baru hingga teman hati yang kumiliki saat ini. Semua itu terlalu indah untuk aku lupakan begitu saja, dan itulah mengapa saya ingin mengabadikannya melalui sebuah tulisan yang mungkin bisa menginspirasi dan menghibur bagi para pembaca.
Awalnya saya ragu untuk bersekolah di SMA Negeri 1 Cariu karena dulu pikiran saya tentang sekolah ini tidak begitu bagus, saya terlalu silau dengan sekolah-sekolah lain diluar sana. Tetapi, seiring berjalannya waktu saya menemukan semua  jawaban atas semua keraguan saya diawal saya bersekolah disini bahwa inilah sekolah terbaik bagiku bagi masa depanku.
Semua kisahku berawal dari MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik), yap semua orang yang akan masuk SMA pasti harus melewati MOPD terlebih dahulu. Pada saat itu aku masuk di Gugus 4 bersama ke-39 teman baruku yang lainnya, kalau tidak salah saat itu kami mendapatkan kakak pembimbing Gugus dari OSIS itu 4 orang yaitu Kak Indra Muhamar Dani, Kak Vega Nuraisyah, Kak Devi Olivia, Kak Hasbi. Hari-hariku pada saat MOPD cukup membosankan, tidak tahu kenapa mungkin masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan dan rekan baru. Hal yang menarik dan berkesan pada saat itu adalah pada hari ketiga MOPD kami berkemah di Buper Karang Kitri, Bekasi. Kami kesana dengan menggunakan Truk bayangkan kita naik truk?? Hehe, di perjalanan aku berdesakan dengan siswa yang lainnya dengan barang bawaan yang banyak pula membuat pengap dan keringat bercucuran. Pada saat itu aku begitu heran dengan tingkah salah satu Kakak OSIS yang bernama Gilang (Dulu sih gak tau namanya :D) orang ini disepanjang jalan kerjaanya melucu saja walau sedikit garing kriuk kriuk krispi gitu hehee, aku terus saja memperhatikannya *eitss tapi gak dengan perasaan cinta lhoo. Setelah sekitar 2 jam mungkin, kami tiba di Karang Kitri disana sudah berdiri banyak tenda dan sudah banyak orang yang sibuk membenahi barang bawaanya karena rombonganku ini kloter kedua jadi tendanya sudah didirikan oleh panitia hehe beruntung kan??.
Pada saat malam hari kami berkumpul di lapangan untuk mendengarkan paparan tentang kepramukaan yang disampaikan oleh Kak Sudomo. Penyampainnya cukup menarik dan diselingi dengan permainan yang berhadiah, tapi tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara gaduh sekali oleh nyanyian dan teriakan-teriakan bnyak orang berpakaian pramuka, aku kira itu adalah salah satu pertunjukan yang dipersembahkan tetapi oh tetapi mereka adalah siswa-siswi SMK X (dibaca eks) yang sengaja membuat keributan dengan berpawai masuk ke Area perkemahan kami. Sungguh hal yang cukup mengagetkan dan cemas juga sih takut terjadi keributan atau bahkan tawuran hehe. Beberapa orang dari Siswa SMA Negeri 1 Cariu terpancing untuk menghampiri mereka tapi semua itu diredam oleh Pak Bambang yang dengan bergegas ‘mengusir’ para pengganggu itu pergi.
Malam semakin larut tetapi acara dilanjutkan dengan penyulutan Api Unggun dan juga pentas seni, disana ada yang menampilkan nyanyian,tarian, hingga Stand Up Comedy yang garing hehe . Yang paling berkesan adalah saat kita bernyanyi lagu Bondan Kita Untuk Selamanya kami bernyanyi dengan riang yg disinari oleh api  unggun yang membara. Itu adalah malam indah pertamaku yang menjadi awal perjalananku di SMA Negeri 1 Cariu tercinta.

NB: Nantikan Kisah selanjutnya, dan jangan bosan untuk membacanya !! See you