Bukber dan Hikmah dari Teguran Allah Bagiku
Assalamualaikum,
Selamat sore
Good Peoples !, ketemu lagi dengan tulisan-tulisan aku yang pasti kalian
nantikan yah?? Hehe. Kali ini aku akan menceritakan acara Buka Puasa Bersama
XII IPA 3 yang baru saja dilaksanakan kemarin. Oke mari kita simak Cekibrott...!!!
 |
| Sebagian yang hadir duluan |
Pertama saya
ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk yang udah dateng
memenuhi ajakanku berbuka puasa bersama, lumayan yang datang lebih dari
setengahnya. Ada 20 orang yang hadir laki-lakinya Aku, Dicky, Adam, Gilang,
Yusup, Guntur, dan Mujib. Sedangkan perempuannya Yesi, Sitsol, Dea, Madam,
Fitri, Diah Cinpuy, Asih, Cucu Aha, Marlina OL Shop, Selvy, Nenden RJ, Yolyol,
dan Giva. Dan yang tidak datang dan PHP si Ubed (Umar) ngomongnya mau dateng
tapi malah gak dateng dan aku rugi Rp. 20.000 hikss. Walaupun gak pada datang
semuanya tapi acara ini sangat seru dan berkesan banget khususnya untuk aku dan
dari acara ini aku mendapatkan pelajaran dan hidayah yang luar biasa dari Allah
SWT. Banyak banget kejadian yang bikin sakit perut karena ketawa mulai dari,
nunggu orang yang gak dateng, doa qunut untuk sholat Maghrib, lupa bacaan surat
Al- Lahab, ganti imam sampe 3x hingga kunci motor yang hilang wkwk. Tapi dari
semua kelucuan itu ada nilai yang sangat berharga banget yang bisa jadi
pelajaran untuk kita semua, mulai penasaran? Oke saya akan mulai dari awal
ceritanya hehe.
Pada hari
Minggu, 21 Juni 2015 aku berpikiran untuk mengadakan bukber sekaligus ajang
bertemu kangen dengan orang-orang gokil XII IPA 3, pertama aku kirim Broadcast
BBM dan SMS. Setelah beberapa saat akhirnya dapat respon yang positif saat itu
hampir semua yang aku broadcast mengutarakan kesiapannya tapi pada saat itu aku
belum menentukan tempat dan waktunya. Beberapa hari kemudia aku mengumumkan
bahwa Bukber akan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2015 di Masjid SMAN 1 Cariu dengan
membawa surat Yasin dan berkumpul pukul 16.30 tetapi sebelum itu hari kamisnya
harus berkumpul terlebih dahulu untuk membayar administrasi sebesar Rp. 20.000.
Singkat cerita yang datang hanya 13 orang dan 7 orang lagi minta ditalangin
dulu karena tidak bisa datang pada saat itu, oke lah aku yang menanggung
terlebih dahulu semua biaya. Setelah itu aku memesan es buah dan nasi kotak ke ‘si
teteh’ (Nama aslinya Ayem) dan uang yang harus dibayarkan sebesar Rp. 357.000
tetapi hanya aku bayar Rp. 250.000 terlebih dahulu maklumlah uangnya belum ada
hehehe.
Tibalah hari
yang aku tunggu-tunggu itu Sabtu, 27 Juni 2015 sekitar jam 4 sore aku berangkat
dan menjemput Dicky dulu karena rencananya mau nyari buah kurma ke pasar. Aku
sama Dicky ke pasar tapi pasar udah tutup (Sial banget deh), keliling-keliling
nyari kurma dari mulai harganya yang 50 ribu, 10 ribu tapi akhirnya kita beli
yang harganya 5 ribu hahaha lumayan lah beli 4 bungkus. Pukul 16.13 aku tiba di
masjid, dan kami adalah yang pertama datang aku membersihkan masjid dulu nyapu
dan ngepel karena kalau tidak begitu mana mungkin bisa ditempati hmm..
maklumlah sekolah libur udah hampir 2 Minggu. Setelah itu aku tadaruz sembari
menunggu orang-orang datang, dan mereka baru berkumpul pukul 17.30 . Aku sih
hanya bisa mengelus dada saja, biarkan mungkin itu sudah menjadi penyakit
mereka ngaret bahkan mungkin penyakit bangsa ini dengan kata ‘Terlambat’ itu
sangat erat sekali hmmm. Dan bukannya melaksanakan rencana awal dengan
bertadaruz bersama, mereka malah foto-foto dengan narsisnya dan untuk kedua
kalinya aku mengelus dada -__- . Waktu berbuka puasa sudah tiba, kami menyantap
takjil yang sudah disediakan seperti, air mineral, kurma, es buah, dan gorengan
tidak harus menunggu lama sekejap saja semua itu habis maklum lah XII IPA 3
walau tubuhnya kecil tapi makannya kayak Sapi Limousin yang rakus hahaha.
Setelah itu, kami
sholat maghrib berjamaah menurutku disinilah momen yang berkesan itu hehe.
Ketika sudah berada di dalam Masjid kami bersiap dengan meluruskan barisan dan
adam menjadi imamnya hehe, tetapi namanya juga XII IPA 3 ada aja godaanya
sebelum sholat saling mengganggu dengan celaan masing-masing. Mulai dari
mencolek pantat Adam (Imam lho) wkwk semua yang jadi makmum tidak kuat menahan
tawa, lalu Dicky bilang “ Adam sia teh lila-lila teuing atuh ari maghrib mah
maca alfatihahna kenceng” hehe “Heueuh atuh geus ah batal-batal “ kata guntur
dan aku seraya bercanda. Dan tiba-tiba Adam berbalik badan dan sambil tertawa
mungkin dia juga gak kuat kali mendengar bercandaan kami wkwkwk. Dan dia
berkata “Sabar atuh pan memeh alfatihah teh maca Qunut heula” Nah lho?? Kok Qunut
sih hahahaaha semuanya tidak bisa menahan tawa termasuk aku yang tertawa
terbahak-bahak mendengar perkataan adam tadi. Lucu sih hehe, wajah Adam memerah
menahan malu dan sambil memberikan kopiah kepadaku dia menyuruhku
menggantikannya menjadi imam.
Aku dengan
percaya diri menjadi imam walau di dalam pikiranku masih ada rasa lucu menahan
ketawa dengan kejadian tadi, aku mengucapkan takbir dengan lantang lalu membaca
Al-fatihah juga dengan lancar selanjutnya aku akan membacakan surat Al- lahab
baru saja ayat pertama tiba-tiba aku lupa ayat berikutnya padahal surat ini aku
sangat hafal dan sering membacanya ketika sholat di rumah, aku terdiam sejenak
sembari mengingat-ingat ayat selanjutnya. Di dalam hatiku aku berkata, apa yang
harus aku lakukan? Aku kembali membaca Bismillah tapi setelah itu aku masih
membisu seakan aku tidak bisa berpikir lagi dan blank dengan semua surat yang hafal
dan sering aku bacakan. Lalu aku berbalik badan, dan terduduk disitu juga dengan
ekspresi wajah yang pucat, tatapan kosong dan perasaan yang malu dan bingung. Walau
semua orang tertawa tapi aku hanya terdiam lesu, aku merenung sejenak atas
kejadian ini. Lalu sholat kembali diulang dengan adam menjadi imam dan
alhamdulillah kali ini selesai dan lancar hingga usai. Setelah sholat itu aku
menyadari bahwa itu adalah teguran atas kesombongan, keangkuhan, dan semua
sifat buruku terlebih tadi aku menertawakan kesalahan Adam. Sungguh aku sangat
lancang, aku menertawakan kesalahan orang lain di rumah Allah sendiri dan
akhirnya Allah membalas dan menegurku dengan membuatku mendadak lupa semua
bacaan surat Al-quran dan membuatku ditertawakan oleh orang lain. Ini sebuah
pelajaran yang sangat berharga bagiku, aku ini hanya hamba yang hina yang tdak
ada apa-apanya di hadapan Allah SWT, mungkin itu dilakukan oleh Allah karena ia
menyayangiku dengan tidak mau aku berlaku seperti itu. Setelah aku pulang dan
tiba di rmah aku langsung sholat dan berdoa memohon ampunan Allah sembari
menangis dan meratapi kebodohan dan kesalahanku selama ini.
Allahu Akbar, kejadian
ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua dan khususnya aku,dan menjadi salah
satu hidayah di bulan Ramadhan ini.Janganlah kita merasa orang yang paling hebat dan paling bisa seperti pepatah mengatakan Diatas Langit Masih Ada Langit karena hanya Allah lah dzat yang maha sempurna dan maha perkasa kita hanya makhluk yang diciptakan dari air yang hina. Semoga Allah selalu melindungi kita semua
dari perbuatan yang tidak terpuji Aaamiin...Aaamiin Ya robal Alamiin.
Seperti itulah
ceritaku kali ini, sampai jumpa lagi pada cerita selanjutnya dan jangan bosan
untuk selalu berkunjung dan membaca semua tulisan-tulisanku yaaa... Terimakasih
wassalamualaikum.