![]() |
| Peserta MOPD 2014, berkumpul di Aula |
Ini merupakan kelanjutan dari
cerita saya sebelumnya, saya akan bercerita tentang MOPD 2014 dan kejadian
dibalik semua itu. Saya akan mencurahkan perasaan saya tentang kejadian
tersebut.
Dibalik MOPD yang sukses pastilah
ada kerjasama tim yang solid, ya Pengurus OSIS lah yang mengarsiteki kegiatan tersebut. Tetapi tim yang solid dan
kreatif itu sukar untuk di wujudkan apabila pengurus OSIS itu kurang memahami
seberapa pentingnya Organisasi ini, bagaimana organisasi ini semestinya
berjalan dan posisi organisasi ini di sekolah. Pada MOPD 2014 kemarin, saya
dibuat emosi tak karuan dan mendapat kekecewaan dari sebagian anggota saya. Ya saya
dapatkan itu semua, kenapa begitu? Karena anggota saya lebih mementingkan Ektstrakulikulernya
padahal sudah jelas strukturnya bahwa Ekskul itu adalah merupakan SubUnit dari
OSIS dengan kata lain OSIS itu “Induk” dari Ekskul!.
Pada saat sebelum puasa tepatnya
setelah pembagian raport semester 2, saya mengadakan rapat persiapan untuk MOPD
2014, inti dari rapat itu adalah bahwa kita pengurus OSIS akan mengadakan rapat
kembali setelah bulan Puasa saya lupa tanggalnya kira-kira 22 Juni 2014. Saya menginstruksikan
kepada semua anggota saya (Pengurus OSIS) untuk melakukan rapat teknis
pelaksanaan MOPD dan diwajibkan atas semua Pengurus OSIS untuk hadir pada rapat
tersebut karena bersifat penting dan akan dihadiri oleh Pembina OSIS SMA Negeri
1 Cariu, Bapak Ronny Ruswandi, M.Pd.
Singkat cerita, tibalah hari yang
dimaksud kami semua datang ke sekolah walau hari libur dan dalam keadaan sedang
berpuasa. Waktu itu saya datang paling awal dan beberapa saat kemudian ada
sekelompok anak Paskibra yang datang ke sekolah lalu saya tanya “Mau ngapain
kamu ke sekolah?” kata saya dan mereka menjawab bahwa mereka akan latihan untuk
persiapan Demo Ekskul Paskibra pada saat MOPD. Okelah kata saya dalam hati,
tidak ada yang aneh pada saat itu. Setelah itu, sebagian pengurus OSIS sudah
datang dan saya memutuskan untuk memulai rapat terlebih dahulu sambil menuggu
Pak Ronny, waktu itu Anggi dan Selfia belum hadir mereka telat alasannya. Dan baru
beberapa saat saya rapat datang Kang Apep beliau adalah Pelatih Paskibra di sekolah saya. Dia mengatakan
bahwa semua anggota paskibra yang menjadi pengurus OSIS harus mengikuti latihan
dengan kata lain mereka tidak mengikuti rapat. Lalu Tedi, hikmah, santi, febri,
djanu dll. Ikut latihan paskibra padahal Demo paskibra tidak akan berlangsung
kalau tidak ada MOPD!. Bagaimana akan ada MOPD kalau tidak ada OSIS yang
mempersiapkannya??. Dan satu alasan lagi bahwa OSIS merupakan “Induk” dari
seluruh Ekskul dan OSIS lah yang harus menjadi prioritas utama. Tapi mereka
lebih mementingkan Ekskul, berarti sebenarnya mereka tidak paham tentang
organisasi dan tidak bisa memprioritaskan OSIS. Saat itu terbesit dalam pikiran
saya untuk memecat mereka menjadi Pengurus OSIS, karena saya sangat kecewa
sekali dengan tindakan mereka yang lebih memilih latihan Paskibra dibandingkan
dengan OSIS. Dan ternyata Anggi dan Selfia itu sudah hadir dari tadi tetapi mereka
tidak meminta izin terlebih dahulu pada saya untuk latihan mereka berdua
langsung mengikuti latihan.
Akhirnya rapat pun selesai, tanpa
diikuti oleh mereka yang ikut latihan paskibra. Sebelum kami pulang saya
mengajak semua pengurus OSIS untuk sholat terlebih dahulu. Setelah sholat
selesai saya, duduk di teras mushola sambil memerhatikan paskibra yang hampir
selesai latihannya. Dan mereka langsung bubar, saya kembali merasa sakit hati
pada Pengurus OSIS yang lebih memilih latihan paskibra tadi kenapa mereka
langsung pulang tanpa berpamitan atau menanyakan kepada saya apakah rapatnya
sudah usai, basa-basi lah seharusnya pantas mereka lakukan tapi ini tidak sama
sekali!. Dengan perasaan kesal, saya berteriak “ Datang telat, teu ngilu rapat
balik pang tiheulan !”. teriakan itu saya tujukan kepada Anggi dan Selfia
khususnya dan semua Pengurus OSIS yang lain agar mereka tau bagaimana mereka
harusnya bertingkah polah dalam sebuah organisasi, bahwa dalam berorganisasi
semua ada etikanya!. Itulah kekecewaan dan kekesalan saya pada saat masa
persiapan MOPD 2014.
Pada saat pelaksanaan kegiatannya
mereka lagi-lagi membuat saya kesal dan kecewa, kenapa begitu? Dengan kedua
kalinya mereka lebih mementingkan Paskibra daripada OSIS. Ya mereka izin untuk
tidak ikut mengurusi MOPD sampai jam 11 siang dari jam 8 . Dengan alasan bahwa
mereka akan menampilkan demo Paskibra di SMP Negeri 1 Cariu karena mereka
mendapat undangan dari wakasek kesiswaan disana. Walaupun dengan berat hati
tetap saya izinkan mereka dan dengan catatan tidak boleh lebih dari jam 11. Saya
menunggu sampai jam 11 tapi mereka tak kunjung datang, berarti mereka ingkar
janji dan tidak dapat menepati waktu. Dan lewat beberapa menit mereka kembali
lagi dan kembali mengurusi berbagai kegiatan pada MOPD 2014.
Tetapi walaupun begitu, saya
berterimakasih kepada semua pengurus OSIS atas kerjasama dan suksesnya kegiatan
MOPD 2014. Saya mengapresiasi semua kerja keras kalian, dan saya juga mungkin
tidak sepantasnya arogan terhadap kalian.
Itulah kejadian dibalik kegiatan
MOPD 2014 yang membuat saya teringat sampai sekarang. Mohon maaf bila dalam
cerita saya ada banyak orang yang merasa tersinggung. Ini semata-mata hanya
ingin berbagi pengalaman dengan para pembaca. Dan nantikan kelanjutan dari
Cerita dibalik Lengsernya Sang Ketua Umum OSIS dengan judul cerita yang berbeda
dan lebih menarik.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.

.jpg)