Struktur OSIS

Minggu, 28 Juni 2015

Bukber dan Hikmah dari Teguran Allah Bagiku

Bukber dan Hikmah dari Teguran Allah Bagiku



Assalamualaikum,
Selamat sore Good Peoples !, ketemu lagi dengan tulisan-tulisan aku yang pasti kalian nantikan yah?? Hehe. Kali ini aku akan menceritakan acara Buka Puasa Bersama XII IPA 3 yang baru saja dilaksanakan kemarin. Oke mari kita simak Cekibrott...!!!
Sebagian yang hadir duluan
Pertama saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk yang udah dateng memenuhi ajakanku berbuka puasa bersama, lumayan yang datang lebih dari setengahnya. Ada 20 orang yang hadir laki-lakinya Aku, Dicky, Adam, Gilang, Yusup, Guntur, dan Mujib. Sedangkan perempuannya Yesi, Sitsol, Dea, Madam, Fitri, Diah Cinpuy, Asih, Cucu Aha, Marlina OL Shop, Selvy, Nenden RJ, Yolyol, dan Giva. Dan yang tidak datang dan PHP si Ubed (Umar) ngomongnya mau dateng tapi malah gak dateng dan aku rugi Rp. 20.000 hikss. Walaupun gak pada datang semuanya tapi acara ini sangat seru dan berkesan banget khususnya untuk aku dan dari acara ini aku mendapatkan pelajaran dan hidayah yang luar biasa dari Allah SWT. Banyak banget kejadian yang bikin sakit perut karena ketawa mulai dari, nunggu orang yang gak dateng, doa qunut untuk sholat Maghrib, lupa bacaan surat Al- Lahab, ganti imam sampe 3x hingga kunci motor yang hilang wkwk. Tapi dari semua kelucuan itu ada nilai yang sangat berharga banget yang bisa jadi pelajaran untuk kita semua, mulai penasaran? Oke saya akan mulai dari awal ceritanya hehe.
Pada hari Minggu, 21 Juni 2015 aku berpikiran untuk mengadakan bukber sekaligus ajang bertemu kangen dengan orang-orang gokil XII IPA 3, pertama aku kirim Broadcast BBM dan SMS. Setelah beberapa saat akhirnya dapat respon yang positif saat itu hampir semua yang aku broadcast mengutarakan kesiapannya tapi pada saat itu aku belum menentukan tempat dan waktunya. Beberapa hari kemudia aku mengumumkan bahwa Bukber akan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2015 di Masjid SMAN 1 Cariu dengan membawa surat Yasin dan berkumpul pukul 16.30 tetapi sebelum itu hari kamisnya harus berkumpul terlebih dahulu untuk membayar administrasi sebesar Rp. 20.000. Singkat cerita yang datang hanya 13 orang dan 7 orang lagi minta ditalangin dulu karena tidak bisa datang pada saat itu, oke lah aku yang menanggung terlebih dahulu semua biaya. Setelah itu aku memesan es buah dan nasi kotak ke ‘si teteh’ (Nama aslinya Ayem) dan uang yang harus dibayarkan sebesar Rp. 357.000 tetapi hanya aku bayar Rp. 250.000 terlebih dahulu maklumlah uangnya belum ada hehehe.
Tibalah hari yang aku tunggu-tunggu itu Sabtu, 27 Juni 2015 sekitar jam 4 sore aku berangkat dan menjemput Dicky dulu karena rencananya mau nyari buah kurma ke pasar. Aku sama Dicky ke pasar tapi pasar udah tutup (Sial banget deh), keliling-keliling nyari kurma dari mulai harganya yang 50 ribu, 10 ribu tapi akhirnya kita beli yang harganya 5 ribu hahaha lumayan lah beli 4 bungkus. Pukul 16.13 aku tiba di masjid, dan kami adalah yang pertama datang aku membersihkan masjid dulu nyapu dan ngepel karena kalau tidak begitu mana mungkin bisa ditempati hmm.. maklumlah sekolah libur udah hampir 2 Minggu. Setelah itu aku tadaruz sembari menunggu orang-orang datang, dan mereka baru berkumpul pukul 17.30 . Aku sih hanya bisa mengelus dada saja, biarkan mungkin itu sudah menjadi penyakit mereka ngaret bahkan mungkin penyakit bangsa ini dengan kata ‘Terlambat’ itu sangat erat sekali hmmm. Dan bukannya melaksanakan rencana awal dengan bertadaruz bersama, mereka malah foto-foto dengan narsisnya dan untuk kedua kalinya aku mengelus dada -__- . Waktu berbuka puasa sudah tiba, kami menyantap takjil yang sudah disediakan seperti, air mineral, kurma, es buah, dan gorengan tidak harus menunggu lama sekejap saja semua itu habis maklum lah XII IPA 3 walau tubuhnya kecil tapi makannya kayak Sapi Limousin yang rakus hahaha.
Setelah itu, kami sholat maghrib berjamaah menurutku disinilah momen yang berkesan itu hehe. Ketika sudah berada di dalam Masjid kami bersiap dengan meluruskan barisan dan adam menjadi imamnya hehe, tetapi namanya juga XII IPA 3 ada aja godaanya sebelum sholat saling mengganggu dengan celaan masing-masing. Mulai dari mencolek pantat Adam (Imam lho) wkwk semua yang jadi makmum tidak kuat menahan tawa, lalu Dicky bilang “ Adam sia teh lila-lila teuing atuh ari maghrib mah maca alfatihahna kenceng” hehe “Heueuh atuh geus ah batal-batal “ kata guntur dan aku seraya bercanda. Dan tiba-tiba Adam berbalik badan dan sambil tertawa mungkin dia juga gak kuat kali mendengar bercandaan kami wkwkwk. Dan dia berkata “Sabar atuh pan memeh alfatihah teh maca Qunut heula” Nah lho?? Kok Qunut sih hahahaaha semuanya tidak bisa menahan tawa termasuk aku yang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan adam tadi. Lucu sih hehe, wajah Adam memerah menahan malu dan sambil memberikan kopiah kepadaku dia menyuruhku menggantikannya menjadi imam.
Aku dengan percaya diri menjadi imam walau di dalam pikiranku masih ada rasa lucu menahan ketawa dengan kejadian tadi, aku mengucapkan takbir dengan lantang lalu membaca Al-fatihah juga dengan lancar selanjutnya aku akan membacakan surat Al- lahab baru saja ayat pertama tiba-tiba aku lupa ayat berikutnya padahal surat ini aku sangat hafal dan sering membacanya ketika sholat di rumah, aku terdiam sejenak sembari mengingat-ingat ayat selanjutnya. Di dalam hatiku aku berkata, apa yang harus aku lakukan? Aku kembali membaca Bismillah tapi setelah itu aku masih membisu seakan aku tidak bisa berpikir lagi dan blank dengan semua surat yang hafal dan sering aku bacakan. Lalu aku berbalik badan, dan terduduk disitu juga dengan ekspresi wajah yang pucat, tatapan kosong dan perasaan yang malu dan bingung. Walau semua orang tertawa tapi aku hanya terdiam lesu, aku merenung sejenak atas kejadian ini. Lalu sholat kembali diulang dengan adam menjadi imam dan alhamdulillah kali ini selesai dan lancar hingga usai. Setelah sholat itu aku menyadari bahwa itu adalah teguran atas kesombongan, keangkuhan, dan semua sifat buruku terlebih tadi aku menertawakan kesalahan Adam. Sungguh aku sangat lancang, aku menertawakan kesalahan orang lain di rumah Allah sendiri dan akhirnya Allah membalas dan menegurku dengan membuatku mendadak lupa semua bacaan surat Al-quran dan membuatku ditertawakan oleh orang lain. Ini sebuah pelajaran yang sangat berharga bagiku, aku ini hanya hamba yang hina yang tdak ada apa-apanya di hadapan Allah SWT, mungkin itu dilakukan oleh Allah karena ia menyayangiku dengan tidak mau aku berlaku seperti itu. Setelah aku pulang dan tiba di rmah aku langsung sholat dan berdoa memohon ampunan Allah sembari menangis dan meratapi kebodohan dan kesalahanku selama ini. 
Allahu Akbar, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua dan khususnya aku,dan menjadi salah satu hidayah di bulan Ramadhan ini.Janganlah kita merasa orang yang paling hebat dan paling bisa seperti pepatah mengatakan Diatas Langit Masih Ada Langit  karena hanya Allah lah dzat yang maha sempurna dan maha perkasa kita hanya makhluk yang diciptakan dari air yang hina. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dari perbuatan yang tidak terpuji Aaamiin...Aaamiin Ya robal Alamiin.

Seperti itulah ceritaku kali ini, sampai jumpa lagi pada cerita selanjutnya dan jangan bosan untuk selalu berkunjung dan membaca semua tulisan-tulisanku yaaa... Terimakasih wassalamualaikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar