Struktur OSIS

Kamis, 23 Oktober 2014

MOPD 2014 dan Bumbu-Bumbu Dibalik Layar


Peserta MOPD 2014, berkumpul di Aula
Ini merupakan kelanjutan dari cerita saya sebelumnya, saya akan bercerita tentang MOPD 2014 dan kejadian dibalik semua itu. Saya akan mencurahkan perasaan saya tentang kejadian tersebut.
Dibalik MOPD yang sukses pastilah ada kerjasama tim yang solid, ya Pengurus OSIS lah yang mengarsiteki  kegiatan tersebut. Tetapi tim yang solid dan kreatif itu sukar untuk di wujudkan apabila pengurus OSIS itu kurang memahami seberapa pentingnya Organisasi ini, bagaimana organisasi ini semestinya berjalan dan posisi organisasi ini di sekolah. Pada MOPD 2014 kemarin, saya dibuat emosi tak karuan dan mendapat kekecewaan dari sebagian anggota saya. Ya saya dapatkan itu semua, kenapa begitu? Karena anggota saya lebih mementingkan Ektstrakulikulernya padahal sudah jelas strukturnya bahwa Ekskul itu adalah merupakan SubUnit dari OSIS dengan kata lain OSIS itu “Induk” dari Ekskul!.
Pada saat sebelum puasa tepatnya setelah pembagian raport semester 2, saya mengadakan rapat persiapan untuk MOPD 2014, inti dari rapat itu adalah bahwa kita pengurus OSIS akan mengadakan rapat kembali setelah bulan Puasa saya lupa tanggalnya kira-kira 22 Juni 2014. Saya menginstruksikan kepada semua anggota saya (Pengurus OSIS) untuk melakukan rapat teknis pelaksanaan MOPD dan diwajibkan atas semua Pengurus OSIS untuk hadir pada rapat tersebut karena bersifat penting dan akan dihadiri oleh Pembina OSIS SMA Negeri 1 Cariu, Bapak Ronny Ruswandi, M.Pd. 
Singkat cerita, tibalah hari yang dimaksud kami semua datang ke sekolah walau hari libur dan dalam keadaan sedang berpuasa. Waktu itu saya datang paling awal dan beberapa saat kemudian ada sekelompok anak Paskibra yang datang ke sekolah lalu saya tanya “Mau ngapain kamu ke sekolah?” kata saya dan mereka menjawab bahwa mereka akan latihan untuk persiapan Demo Ekskul Paskibra pada saat MOPD. Okelah kata saya dalam hati, tidak ada yang aneh pada saat itu. Setelah itu, sebagian pengurus OSIS sudah datang dan saya memutuskan untuk memulai rapat terlebih dahulu sambil menuggu Pak Ronny, waktu itu Anggi dan Selfia belum hadir mereka telat alasannya. Dan baru beberapa saat saya rapat datang Kang Apep beliau adalah  Pelatih Paskibra di sekolah saya. Dia mengatakan bahwa semua anggota paskibra yang menjadi pengurus OSIS harus mengikuti latihan dengan kata lain mereka tidak mengikuti rapat. Lalu Tedi, hikmah, santi, febri, djanu dll. Ikut latihan paskibra padahal Demo paskibra tidak akan berlangsung kalau tidak ada MOPD!. Bagaimana akan ada MOPD kalau tidak ada OSIS yang mempersiapkannya??. Dan satu alasan lagi bahwa OSIS merupakan “Induk” dari seluruh Ekskul dan OSIS lah yang harus menjadi prioritas utama. Tapi mereka lebih mementingkan Ekskul, berarti sebenarnya mereka tidak paham tentang organisasi dan tidak bisa memprioritaskan OSIS. Saat itu terbesit dalam pikiran saya untuk memecat mereka menjadi Pengurus OSIS, karena saya sangat kecewa sekali dengan tindakan mereka yang lebih memilih latihan Paskibra dibandingkan dengan OSIS. Dan ternyata Anggi dan Selfia itu sudah hadir dari tadi tetapi mereka tidak meminta izin terlebih dahulu pada saya untuk latihan mereka berdua langsung mengikuti latihan.
Akhirnya rapat pun selesai, tanpa diikuti oleh mereka yang ikut latihan paskibra. Sebelum kami pulang saya mengajak semua pengurus OSIS untuk sholat terlebih dahulu. Setelah sholat selesai saya, duduk di teras mushola sambil memerhatikan paskibra yang hampir selesai latihannya. Dan mereka langsung bubar, saya kembali merasa sakit hati pada Pengurus OSIS yang lebih memilih latihan paskibra tadi kenapa mereka langsung pulang tanpa berpamitan atau menanyakan kepada saya apakah rapatnya sudah usai, basa-basi lah seharusnya pantas mereka lakukan tapi ini tidak sama sekali!. Dengan perasaan kesal, saya berteriak “ Datang telat, teu ngilu rapat balik pang tiheulan !”. teriakan itu saya tujukan kepada Anggi dan Selfia khususnya dan semua Pengurus OSIS yang lain agar mereka tau bagaimana mereka harusnya bertingkah polah dalam sebuah organisasi, bahwa dalam berorganisasi semua ada etikanya!. Itulah kekecewaan dan kekesalan saya pada saat masa persiapan MOPD 2014.
Pada saat pelaksanaan kegiatannya mereka lagi-lagi membuat saya kesal dan kecewa, kenapa begitu? Dengan kedua kalinya mereka lebih mementingkan Paskibra daripada OSIS. Ya mereka izin untuk tidak ikut mengurusi MOPD sampai jam 11 siang dari jam 8 . Dengan alasan bahwa mereka akan menampilkan demo Paskibra di SMP Negeri 1 Cariu karena mereka mendapat undangan dari wakasek kesiswaan disana. Walaupun dengan berat hati tetap saya izinkan mereka dan dengan catatan tidak boleh lebih dari jam 11. Saya menunggu sampai jam 11 tapi mereka tak kunjung datang, berarti mereka ingkar janji dan tidak dapat menepati waktu. Dan lewat beberapa menit mereka kembali lagi dan kembali mengurusi berbagai kegiatan pada MOPD 2014.
Tetapi walaupun begitu, saya berterimakasih kepada semua pengurus OSIS atas kerjasama dan suksesnya kegiatan MOPD 2014. Saya mengapresiasi semua kerja keras kalian, dan saya juga mungkin tidak sepantasnya arogan terhadap kalian.

Itulah kejadian dibalik kegiatan MOPD 2014 yang membuat saya teringat sampai sekarang. Mohon maaf bila dalam cerita saya ada banyak orang yang merasa tersinggung. Ini semata-mata hanya ingin berbagi pengalaman dengan para pembaca. Dan nantikan kelanjutan dari Cerita dibalik Lengsernya Sang Ketua Umum OSIS dengan judul cerita yang berbeda dan lebih menarik.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar