Itulah tajuk yang pas untuk TIMNAS U-19, kenapa begitu? karena mereka terlalu terlena dengan puja-puji masyarakat, ekspose media yg gencar, ekspektasi yg tinggi dari semua kalangan.
TIMNAS U-19 ini sebenarnya mempunyai potensi untuk berprestasi yg mereka tunjukan dengan menjuarai Piala AFF tahun lalu. Tetapi, pengelolaan TIMNAS U-19 ini lah yang menurut saya salah atau kurang tepat. Dimulai dari Tour Nusantara 1, Tour Timur tengah, Tour Nusantara 2, turnamen Hassanal Bolkiah di Brunei, hingga Tour 'Wisata' ke Spanyol. Serangkaian tour inilah yang menurut saya tidak efektif dan hanya menurunkan kualitas TIMNAS U-19 baik secara teknis maupun psikis.
TIMNAS U-19 dijadikan alat popularitas dan mendulang uang dari berbagai tour tersebut oleh para petinggi PSSI dan BTN, bagaimana tidak Tour Nusantara yg mereka lakukan hanya bernilai komersil tanpa ada impact yg signifikan terhadap TIMNAS U-19, bermaksud untuk meningkatkan kualitas tetapi hanya membuat kejenuhan dari para pemain itu sendiri. Selain itu, berbagai tour juga menjadi ajang pemantauan bagi kompetitor TIMNAS U-19 di Piala Asia mereka mempunyai kesempatan untuk mempelajari permainan TIMNAS U-19.
Lagi-lagi 'Deja Vu' terjadi, TIMNAS U-19 Gagal total di Piala Asia Myanmar kenapa dikatakan 'Deja Vu', karena Kegagalan TIMNAS U-19 ini merupakan kegagalan ke-2 PSSI dan BTN dalam mengolah dan memanajemen sebuah Tim Juara ! setelah terjadi pada TIMNAS Senior AFF 2010, kala itu Tim racikan Alfred Riedl gagal di Final AFF melawan Malaysia. Sekali lagi, masyarakat Indonesia harus kecewa, sekaligus kembali berharap bahwa akan ada TIMNAS Indonesia lain yg dapat mempersembahkan prestasi gemilang.
Post By : Suwardi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar