| Suwardi, Ketua Umum OSIS SMA Negeri 1 Cariu Masa Bakti 2013-2014 |
Alhamdulillahhirabil alamin,
semua amanah dan tanggung jawab saya telah selesai dilaksanakan. Bertepatan
dengan pelantikan Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2014 yang jatuh
pada hari ini saya resmi menanggalkan Jabatan saya sebagai Ketua Umum OSIS. Sebuah
organisasi yang kurang lebih saya pimpin selama 1 tahun ini sekarang sudah berpindang tampuk kepemimpinan
kepada adik kelas saya Sopian Ansori. Begitu banyak sekali pengalaman yang
telah saya dapatkan selama saya menjadi Ketua Umum OSIS SMA Negeri 1 Cariu,
mulai dari saya mengikuti berbagai kegiatan yang berada di luar sekolah seperti
Workshop, Pelantihan hingga menghadiri undangan dari sekolah lain baik sebagai
tamu maupun narasumber dalam suatu acara.
Dalam sebuah perjalanan karir
tidak selamanya mulus dan lancar, banyak sekali rintangan dan ujian yang datang
silih berganti menguji sang pemimpin ini. Begitupun juga dengan apa yang saya
rasakan, selama saya memimpin banyak sekali ujian dan rintangan yang mesti saya
lalui entah itu datang dari Orang-orang yang saya pimpin maupun Dewan guru dan
Wakasek di SMA Negeri 1 Cariu. Tantangan pertama yang tidak mengenakan adalah
ketika saya membuat suatu Program kerja berupa kegiatan yang saya rencanakan
untuk memajukan sekolah tercinta ini harus mentah dihadapan para Wakasek, ya
dengan berbagai alasan dan pertimbangan kegiatan saya itu di tolak padahal
menurut saya kegiatan ini akan diterima dengan baik oleh seluruh siswa dan
dapat meningkatkan kualitas sekolah ini. Alhasil, saya harus menelan kekecewaan
yang pertama saya. Selanjutnya ketika saya menjadi ketua panitia pelaksana
sebuah acara di sekolah yang bertajuk Perpisahan Kelas XII, pada saat itu saya
benar-benar dituntut berpikir kreatif dan bisa mengatur anggota saya menjadi
apa yang mereka inginkan (Panitia Inti) sampai saya harus bergadang hampir dua
malam untuk mengerjakan itu semua. Tapi
saya sadari itu semua adalah tanggung jawab saya dan merupakan suatu bentuk
kepercayaan para dewan guru terhadap saya. Itulah sekilah problem saya dengan
dewan guru.
Selanjutnya merupakan hal yang
paling membuat saya lelah adalah dalam menghadapi Siswa-siswi yang menurut saya
mereka itu “Luar Biasa”. Dimulai dari Upacara Bendera hari senin, itu momen
dimana saya harus berteriak-teriak lewat microphone untuk membariskan sekitar
700 Siswa, dan yang membuat kesal dan naik darah adalah ketika mereka
mengacuhkan intruksi saya untuk baris mereka yang senang berleha-leha dan
ngobrol, dan kalau orang sunda bilang itu ‘Sakarepna’.
Mereka seperti orang yang tidak berpendidikan, dengan sikap yang begitu
menjengkelkan, penampilan yang seenak sendiri tanpa menghiraukan tata tertib
sekolah. Maunya sih saya berteriak memarahi mereka tapi apa daya, saya tidak
bisa melakukan itu saya juga harus menjaga etika dan sopan santun saya walau
orang yang dihadapi adalah orang yang membuat saya pusing tujuh keliling.Sisi
positifnya sekarang saya tidak perlu membariskan mereka lagi untuk upacara
bendera hari senin, karena sekarang saya bukan Ketua Umum OSIS SMA Negeri 1
Cariu lagi. Saya hanya seorang MANTAN yang tak mereka hargai keberadaanya.
Catatan ini hanyalah pembukaan
dari beberapa Episode cerita saya tentang akhir masa jabatan saya di OSIS. Saya
akan menulis beberapa judul artikel curhatan saya lagi di lain kesempatan
dengan membahas satu persatu kejadian yang berkesan baik itu senang, maupun sedih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
ceritanya bagus !
BalasHapus